Boleh tidaknya menggunakan benda bertuah

Boleh apa tidak Kita Menggunakan Benda Bertuah?

Boleh tidaknya menggunakan benda bertuah semua kembali pada diri Anda sendiri, jika Anda meyakini boleh ya silakan, tetapi jika Anda merasa tidak yakin, tolong jangan paksakan kehendak.

 

Sudut pandang kami mengenai benda bertuah tentunya berbeda dengan Anda sekalian, kami sebagai pecinta benda bertuah tentunya mempunyai argumen yang konkrit dalam menyikapinya. Mungkin Anda juga mempunyai pendapat yang berbeda juga, tetapi disini alangkah baiknya jika kita saling toleransi terhadap perbedaan pendapat dalam kaitannya benda bertuah ini.

 

Benda bertuah secara umum di pandang sebagai benda yang mempunyai manfaat lain selain manfaat benda itu secara fisik. Seperti contoh cerita nabi Sulaiman yang mempunyai cincin. Cincin yang pada dasarnya di sebut sebagai hiasan tangan belaka pun mempunyai manfaat lain atas ijin Allah SWT. Bahkan cincin yang mempunyai berkah ajaib itu mempunyai kemampuan yang luar biasa. Suatu hari pernah di curi oleh jin ifrit, ketiak cincin itu di pakai pun jin ifrit bisa memanfaatkan keajaiban seperti halnya nabi Sulaiman ketika memakai.

 

Tentunya banyak pendapat yang bertentangan dengan penggunaan dengan benda bertuah. Perbedaan adalah rahmat, hargailah perbedaan, jadi jangan dijadikan pemicu untuk pertikaian maupun perdebatan. Jelas-jelas dalam Islam yang meyakini satu kitab suci saja masih banyak ulama’ yang berbeda-beda pendapat.

 

Uraian di atas menjelaskan beberapa pemahaman tentang bagaimana menggunakan benda bertuah. Disini kami mempunyai pendapat bahwa menggunakan benda bertuah hukumnya BOLEH, HALAL atau sah-sah saja asalkan meyakini berkah benda bertuah itu hanya dari Allah SWT. Sangat penting juga untuk memilih atau mengetahu dari aman benda tersebut berasal, semisal sumbernya berasal dari proses dzikir maka itu sangat baik.

 

Tetapi menggunakan benda bertuah hukumnya bisa menjadi Haram, jika meyakini kekuatan yang timbul dari benda bertuah tersebut berasal dari benda tersebut terlepas dari kekuasaan Allah. Perlu kami sarankan, sebaiknya Anda memilih benda bertuah yang di tunggu atau ber khodam jin, karena kita tidak kenal dengan karakter dan sifat jin, bisa saja jin penunggu benda bertuah itu sifatnya jahat dan menipu daya orang yang memakai?

 

Sudah banyak hadis yang menerangkan tentang di perbolehkan menggunakan benda bertuah, patokan satu-satunya adalah meyakini bahwa energi atau manfaat yang timbul itu berasal dari Tuhan YME. Coba kita ambil contoh di bawah ini :

 

Berkah Air Zam-zam
“Ia (air zam-zam) penuh berkah, ia (air zam-zam) adalah makanan yang mengenyangkan dan obat bagi penyakit”. Hadist Rasulullah yang di riwayatkan oleh Bukhari-Muslim, ketika itu nabi Muhammad meminum air zam-zam.

 

Baju Nabi Yusuf
“Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini lalu letakkanlah baju gamisku ke wajah ayahku (Yakub as) nanti ia akan melihat kembali dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku”. Sejarah nabi dalam AlQuran, dengan sarana baju, Allah menyembuhkan kebutaan dijelaskan dalam Surat Yusuf ayat 93

 

Jubah Nabi Muhammad SAW
Hadis Riwayat Muslim, lihat Al Ajwibah Al Gholiyah Fii ‘Aqidatil Firqotin Naajiyah bab Tabarruk (Ambil Berkah) Bi Aa-tsaarish Sholihin (Dengan Bekas Orang Sholeh). Asma binti Abi Bakr berkata : “Jubah ini pernah dipakai Nabi SAW lalu kami membasuhnya untuk orang sakit agar bisa sembuh dengan jubah tersebut”

 

Rambut Nabi Muhammad SAW
Kisah Khalid bin Walid dalam peperangan, berkatalah Kholid: Saya tidaklah melakukannya karena sebab peci itu tetapi karena di dalam peci itu terdapat rambut Nabi SAW agar tidak hilang berkahnya dan tidak jatuh ke tangan orang-orang musyrik. (Kitab Asy Syifa karangan Qodi ‘Iyadh).

 

Air Wudhu’ Nabi Muhammad SAW
Diriwayatkan dari Abi Juhayfah : “Aku melihat Bilal mengambil air wudhu’nya Nabi SAW dan manusia (para sahabat) pun cepat-cepat mengambil air wudhu’ Nabi tersebut. Lalu siapa saja yang mendapatkan air wudhu’ Nabi tersebut mereka mengusapkan air wudhu’ Nabi tersebut (ke tubuhnya), sedangkan yang tidak mendapatkan air wudhu’ Nabi tersebut, mereka mengambil dari basahan di tubuh para sahabat Nabi yang berhasil mengambil air wudhu’ Nabi”. (HR. Bukhori dan Muslim, yaitu untuk tabarruk dan memohon kesembuhan)

 

Cincin Nabi Sulaiman
Dikisahkan dalam Alqur’an Surah Shad 34, Di kisahkan oleh nabi Sulaiman yang mempunyai cincin bertuliskan huruf Arab mempunyai berkah yang sangat tinggi. Cincin tersebut pernah di curi oleh jin ifrit, sampai-sampai nabi Sulaiman tergantikan posisinya sebagai raja pada saat itu. Alkisah cincin itu mempunyai kekuatan memerintah semua makhluk didunia ini dari manusia, hewan maupun jin.

 

Kejadian itu sebagai peringatan dari Allah agar nabi Sulaiman tidak lalai dalam menjalankan tugasnya. Akhirnya nabi Sulaiman tobat dengan tempo yang sangat lama, akhirnya nabi Sulaiman kembali mendapatkan cincin tersebut dan kembali menjadi raja.

 

Tongkat Nabi Musa
Kisah Nabi Musa yang memiliki tongkat kayu yang diberkahi oleh Allah mampu membelah lautan ketika nabi Musa dan kaumnya dikejar oleh bala tentara Firaun. Tongkat nabi Musa pernah menjadi ular besar dan mampu memakan semua ular hasil dari ciptaan penyihir-penyihir Firaun. Batu dengan 12 mata air yang di peruntukkan 12 kaum Israel (munculnya mata air tersebut merupakan berkah dari pemukulan tongkat kayu nabi Musa).

 

Tentunya Anda sebagai orang yang beriman meyakini bahwa berkah benda-benda tersebut merupakan dari Allah SWT. maha pengasih penyayang terhadap seluruh makhluk di dunia.

 

Itulah bahasan kami Menggunakan Benda Bertuah. Untuk selanjutnya, kami kembalikan kepada Anda. Apakah Anda mantap untuk menggunakan Mustika Cinta sekarang atau membutuhkan waktu untuk memutuskan menggunakan Mustika Cinta. Sebagai manusia yang cerdas, Anda berhak menentukan keyakinan sendiri tentang Mustika Cinta atau Benda Bertuah lainnya.

 

Semoga uraian di atas bisa memberi pencerahan. Walllahua’lam bissawab.